08122 44 1 55 88 cs@Ldpmedia.co.id
8 Shares

Bisnis yang baik adalah bisnis dengan Cashflow Positif. Hal itu terjadi saat penjualannya tinggi. Namun, bukan sekedar Omsetnya saja yang tinggi, namun Profitnya juga. Kali ini Saya akan memberikan langkah-langkah dalam memaksimalkan Profit Bisnis Anda.

Mungkin ada di antara Anda yang sedang mengalami beberapa masalah ini :

  • Omset dan Profit bisnis stabil, bahkan cenderung stagnan
  • Bisnis mengggung banyak hutang untuk menutupi operasional bisnis (gali jurang, tutup lubang), Sales (penjualan) tidak meningkat
  • Omset selangit, namun cashnya sulit
  • Keuangan kacau, padahal bisnisnya sudah besar
  • Pengeluaran (expense) terlalu tinggi
  • Piutang tidak tertagih jumlahnya besar
  • Stok barang menumpuk

Setelah Saya amati, ternyata permasalahan yang terjadi sebenarnya sederhana. Sayangnya, banyak yang belum memahami beberapa hal ini. Hal yang Saya maksud adalah ketidakpahaman terhadap CASHFLOW. Saya akan bagikan Rahasia BAGAIMANA MENINGKATKAN PENJUALAN yang akan berpengaruh terhadap peningkatan OMSET, PROFIT serta CASHFLOW.

No CASH, Business CRASH

Cashflow adalah darah dalam bisnis Anda. Jika Anda kehabisan cash, artinya Anda kehabisan darah dalam bisnis Anda. Ibarat manusia yang kehabisan darah, ia bakal LEMAH, LESU, TIDAK BERGAIRAH dan kalau terus terjadi bakal MATI. Begitu pula bisnis Anda tanpa CASH. BANGKRUT. Sayangnya tidak semua pengusaha paham akan hal ini. Beruntung bagi Anda yang mendapat E-Book ini. Saya akan jelaskan tahap demi tahap bagaimana cara mengatasinya. Coba cek, banyak pengusaha yang belum paham tentang istilah-istilah bisnis berikut ini:

  • Sales / omset
  • COGS (Harga Pokok Produksi)
  • Gross Profit (Keuntungan Bruto)
  • Expense
  • Net Profit (Keuntungan Bersih)
  • Cash

Bagaimana dengan Anda, Sudahkah paham istilah tersebut? Kebanyakan pengusaha terlalu fokus pada Omset. Ini tidaklah salah, tapi kurang tepat. Mengapa demikian? Karena percuma jika omsetnya besar tapi COGS dan Expense-nya juga besar. Anda tidak akan mendapat apa-apa.

Print

Misalkan Anda bisnis Keripik, harga jual per pcs-nya adalah Rp 10.000. Harga produksinya (COGS/ HPP) adalah Rp 7.000. Setiap bulan Anda berhasil menjual rata-rata sekitar 10.000 pcs, maka omset Anda Rp 100.000.000 per bulan. Dengan COGS sebesar Rp 7.000/pcs, maka Rp 7.000 x 10.000 pcs = Rp 70.000.000. Misal expense bisnis Anda seperti gaji pegawai, biaya listrik, biaya marketing, telepon, sewa tempat, dll itu adalah Rp. 30.000.000. Pertanyaannya, berapa NET PROFIT yang Anda terima ?

Ternyata hasilnya NOL. Ini masalah…. :’(

Bung Billy kasih contoh lain, misal Anda seorang pengusaha konveksi. Net profit yang didapatkan setiap bulan adalah Rp 25.000.000. Tapi pada faktanya, ketika Anda ingin mengambil profit tersebut, ternyata uang tersebut tidak ada. Pertanyaannya, kemana uang tersebut?

Ternyata, uang tersebut menumpuk di PIUTANG dan dalam bentuk barang (Stok Menumpuk). Tentu profit yang Anda dapatkan tidak sesuai dengan cash yang Anda terima. Ini masalah…. :’(

Tapi jangan khawatir, hal tersebut TIDAK AKAN BENAR-BENAR jadi masalah. Kalau profit tidak ada, Cash-nya ada, bisnis Anda masih bisa berjalan. Tapi kalau cash tidak ada, tapi profit ada, bisnis Anda tidak bisa berjalan lagi. “Bisnis Anda masih bisa hidup tanpa PROFIT tapi bisnis Anda tidak bisa hidup tanpa CASH”

Maka, ada istilah Profit is King, Cash is Queen. Raja tidak akan pernah bisa hidup tanpa Ratu disampingnya #Eeaa.. 😀

Sekarang, apa bedanya profit dengan cash?

  • Profit itu ilusi. Cash itu nyata,
  • Profit itu teori. Cash itu fakta,
  • Profit itu di atas kertas. Cash itu di kantong kita,
  • Profit itu di laporan keuangan, Cash itu di tabungan.

Sebagai pengusaha, mana yang Anda cari? Profit atau cash? Kalau jawabannya CASH, maka mindset Anda sudah benar. Kalau jawabannya hanya PROFIT, bersiap-siaplah, bisnis Anda akan terus-terusan bermasalah.

Kembali ke topik, dari mana datangnya cash?

Salah satu sumber datangnya cash yang paling utama adalah dari PENJUALAN. Maka tugas kita sebagai pengusaha adalah bagaimana caranya agar cash bisnis kita tetap ada, dalam jumlah yang banyak, dan bisa digunakan untuk operasional bisnis.

Ada 3 fokus yang akan kita lakukan untuk meningkatkan penjualan, yaitu:

  1. Getting Customer
  2. Keeping Customer
  3. Growing Customer

GETTING CUSTOMER

Saya akan bahas Bagaimana cara kita MENDAPATKAN CUSTOMER. Tujuannya adalah agar banyak orang yang TAHU dan BELI produk kita. Tujuan lain dari Getting Customer ini adalah mengubah SUSPEK jadi PROSPEK, lalu mengubah PROSPEK jadi BUYER.

SUSPEK → PROSPEK → BUYER

  • Suspek adalah mereka yang tidak tahu sama sekali tentang produk kita, tapi menjadi target market kita.
  • Prospek adalah mereka yang sudah tahu produk kita, tertarik dengan produk kita, tapi BELUM BELI.
  • Buyer adalah mereka yang tahu produk kita, tertarik dengan produk kita, butuh dengan produk kita, dan BELI untuk yang pertama kalinya.

Dalam bahasan kali ini, untuk mempermudah pemahaman, Saya akan mengubah kata “BUYER” menjadi “FIRST CUSTOMER”. Ada banyak cara bagaimana kita bisa mendapatkan first customer. Diantara banyak cara tersebut, Saya akan bagikan 9 yang bisa langsung Anda praktekkan dalam bisnis Anda, diantaranya:

  1. ADVERTISING (Iklan)

Bagi Anda yang kelebihan uang, Anda bisa gunakan strategi ini untuk mendapatkan first customer. Kenapa Saya katakan kelebihan uang? Karena biasanya untuk beriklan kita harus mengeluarkan uang yang cukup banyak. Sedangkan sebagai pengusaha, kita ingin agar biaya marketing sekecil‑ kecilnya, efeksebesar-besarnya. Betul? Itulah yang disebut biaya akuisisi.

Biaya akuisisi adalah biaya yang kita keluarkan untuk mendapatkan satu customer baru. Misalnya, biaya marketing Anda Rp 1.000.000. Melalui iklan yang Anda gunakan, setelah diukur ternyata hanya menghasilkan 4 first customer. Artinya, biaya akuisisi Anda adalah Rp 250.000. Paham? Itulah biaya akuisisi.

Dalam beriklan, biaya akuisisi Anda biasanya akan membengkak. Karena Anda harus mengeluarkan uang untuk jasa iklan, yang terkadang iklan tersebut belum tentu berdampak pada penjualan. Betul tidak? Tapi walaupun begitu, bagi Anda yang sudah jago dalam membuat konten iklan, dan memiliki cukup uang, lakukanlah strategi ini. INGAT! iklan adalah INVESTASI. Maka kuncinya adalah TES dan UKUR. Kalau memang menghasilakn maka LANJUTKAN, namun kalau tidak berdampak TINGGALKAN.

Anda bisa beriklan di beberapa media, di antaranya adalah:

  • Koran lokal,
  • Koran harian,
  • Televisi,
  • Radio,
  • Majalah, dll.

Apa saja yang harus Anda perhatikan dalam beriklan?

  1. COPYWRITING

Suatu bentuk kesatuan berupa tulisan yang bisa menerangkan atau menjelaskan produkatau jasa yang Anda tawarkan.

  1. HEADLINE

Merupakan salah satu faktor TERPENTING agar iklan Anda bisa menarik dan memberikan hasil yang optimal. Headline yang baik bukan yang fokus pada produk, tapi fokus pada benefit/value yang diberikan produk. Bayangkan ada pedagang asongan yang teriak-teriak di jalan, “Koran, koran, koran!” “Koran, koran, koran!” “Koran, koran, koran!” Dan ada satu pedagang lagi berteriak,“Berita baru, Anas jadi digantung di Monas”, “Berita baru, Anas jadi digantung di Monas”, “Berita baru, Anas jadi digantung di Monas”. Mana yang lebih menarik? Dan mana kira-kira koran yang lebih laku?

  1. BROSUR

Brosur ini paling baik digunakan sebagai ALAT BANTU PENJUALAN. Kenapa? Karena sebagian besar orang hanya akan memandangi gambarnya kemudian membuang brosur itu. Mungkin Anda pun ketika menerima brosur akan melakukan hal demikian. Betul? Kecuali topik utama brosur Anda menarik dan memang membutuhkan keputusan yang besar (seperti bisnis jual mobil, rumah, investasi, dll), brosur dapat menjadi semacam penunjang atau alat bantu yang Anda butuhkan selama proses penjualan produk tersebut. Pesan Saya sih, jangan jadikan brosur sebagai tumpuan Anda dalam menjual. Brosur hanya alat bantu.

  1. INTERNET/WEB/SOCIAL MEDIA

Tidak perlu ditanya lagi, di era informasi ini, mendapatkan first customer dari internet/web/social media sudah hal biasa. Bahkan, saat ini bisnis-bisnis lebih giat dalam melakukan promosi lewat internet daripada konvensional. Inipun harus Anda lakukan. Bagaimana caranya? Saya tidak akan membahasnya disini. Satu hal yang harus Anda pahami bahwa psikologi customer disaat melakukan promosi offline dan online itu BERBEDA. Belajarlah pada ahlinya dalam melakukan pemasaran lewat online.

Jasa Website Serba Gratis LDP Media

 

4. DISTRIBUTOR/AGEN

Disini Anda secara selektif membiarkan produk atau jasa Anda dijual atau dikirimkan melalui individu atau bisnis lain. Cara ini dapat menjadi cara yang cepat memasarkan produk Anda di tingkat nasional. Tetapi semuanya bergantung pada reputasi distributor atau agen. Jika mereka melakukankesalahan kepada customer ketika menjual produk Anda, maka Andalah yang kena dampak jeleknya.

Tips dari Bung Billy:

  • Periksa reputasi mereka
  • Pastikan win win solution, atau saling menguntungkan
  • Periksa apakah mereka mendistribusikan produk yang mirip yang mungkin menjadi pesaing Anda
  • Tawarkan insentif yang besar untuk mendorong motvasi mereka

5. TELEMARKETING

Ini adalah cara yang hebat untuk mengatur janji dan mendapatkan first customer. Pastikan Anda menelepon daftar orang-orang yang akan tertarik (prospek). Pekerjakan orang yang memiliki suara bersahabat dan tenang ditelepon. Jika mungkin, buatlah script yang bisa menarik orang.

6. MENULIS BUKU/ E-BOOK

Ini cara yang cepat membangun kredibilitas dan sekaligus bersenang – senang. Tokoh-tokoh pengusaha yang sukses saat ini, misalnya Rangga Umara (owner Pecel Lele Lela), punya buku berjudul DREAM BOOK. Reza Nurhilman (owner Maicih), punya buku berjudul REVOLUSI PEDAS. Mas Mono (owner Ayam Bakar Mas Mono), punya buku berjudul SEDEKAH DIANTAR. Saptuari Sugiharto (owner Kedai Digital), punya buku berjudul TWEET SADIZ BIKIN MRINGIS. Dan masih banyak lagi para pengusaha yang untuk meleverage bisnisnya dengan cara menulis buku.

  1. SEMINAR DAN KEGIATAN

Mengadakan seminar GRATIS atau berbayar adalah cara yang luar biasa untuk mengumpulkan prospek Anda sekaligus. Tentu saja, hal ini hanya cocok untuk sebagian kecil bisnis, terutama yang memiliki produk atau jasa informasi. Promokan seminar, lalu tindaklanjuti para pesertanya. Supaya seminar ini berdampak luar biasa, Saya sarankan datangkan pembicara yang bagus dan menarik untuk menarik first customer. Pastikan pula tempatnya nyaman. Dan ingat, Anda jangan hanya menjual, tapi juga HARUS memberikan informasi yang berguna bagi peserta.

  1. WOM (Word of Mouth)

WOM adalah strategi yang paling ampuh dalam mendapatkan first customer. Apa keuntungan pakai WOM? Pertama, MUDAH. Anda nggak perlu hafal konsep marketing yang rumit. Cukup ingat TPS (Talking – Promoting – Selling). Pokoknya, kalau mau bisnis sukses, pastikan banyak yang tidak sekedar membicarakan, tapi juga mempromosikan, dan menjual. Dan ini akan dilakukan oleh customer Anda sendiri. Kedua, MURAH. Anda nggak perlu banyak keluar uang, bahkan bisa GRATIS. Ketiga, ALAMIAH. Kalo produk dan pelayanan bisnis Anda bagus dan memuaskan customer, secara alami customer Anda PASTI akan membicarakan produk Anda ke orang lain. Karenanya, buat sesuatu yang bisa jadi bahan pembicaraan.

Misal:

  • Nasi Goreng dengan penawaran menarik “Khusus Ibu Hamil Makan Gratis”
  • Warung Pecel Lele Lela memberikan penawaran menarik berupa “Yang Namanya Lela Boleh Makan Gratis Seumur Hidup”.
  • Warung Steak memberikan penawaran menarik berupa “Yang Ulang Tahun Hari Ini Boleh Makan Sepuasnya”
  • Toko sepatu memberikan penawaran menarik berupa “Buy One Get One” Hal-hal seperti ini jika produk dan pelayanannya bagus akan jadi bahan pembicaraan dan berefek WOM.
  1. COMMUNITY

Kenapa komunitas?Karena disitu sudah berkumpul banyak orang yang memiliki minat yang sama. Karenanya bergabunglah dengan komunitas – komunitas yang memiliki minat yang sama. Sesuai dengan value produk Anda. Jika 9 hal di atas adalah strategi yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan first customer, maka ini adalah 3 hal yang akan memperbesar tingkat closing­nya:

  1. Jaminan tertulis

Anda membuat jaminan yang menjawab kekhawatiran utama customer yang membeli dari Anda. Tentukan hal-hal yang ditakutkan customer ketika membeli dari Anda, dan JAMIN kalau hal tersebut tidak akan terjadi. Kalaupun itu terjadi, tawarkan uang penggantian, atau perbaiki yang salah.

  1. Tentukan keunikan Anda

Kalau tidak ada hal yang berbeda dari bisnis Anda, orang hanya membeli dari Anda karena kemudahan atau harga, tidak lebih dari itu.

  1. Cetak daftar manfaat dan testimoni

Cetak daftar manfaat dari produk yang Anda jual. Edukasi customer dengan manfaat, bukan dengan produk. Kalau ada tokoh atau customer yang puas dengan produk Anda, cantumkan testimoninya. Ini akan memperbesar customer lain untuk beli produk Anda.

Liat Video Lainnya

Website

Web Design, Pengelolaan/Administrator Web, Web SEO

Pelatihan Web

Pembuatan dan mengembangkan web toko online

Artikel SEO

300, 500, 1000 kata dan bergaransi

Domain dan Hosting

LiteSpeed Webserver, S3 EdgeCache Technology, Cloudlinux OS, Fast Load Dynamic & Static Content

Produk Digital

Ebook, Software, Template WP

361 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini